Hari ini adalah hari
dimana aku harus melakukan sesuatu untuk memperbaiki diriku ini. Berhari-hari
aku merenungkan hal ini, dan aku baru sadar, bahwa aku memang salah. Untuk
itulah aku merenung dan berusaha untuk intropeksi diri. Tak hanya renungan yang
aku prioritaskan menjadi salah satu cara agar aku terlepas dari masalah galalu
ku ini. Disetiap sujudku, aku selalu memanjatkan doa kepada-Nya, memohon
petunjuk-Nya, agar aku tak salah dalam hal memilih. Malam hari ini aku merasa
lelah, ngantuk bangetttt. Ku ambil buku literal reading dan hendak mengerjakan
tugas, itung-itung ngilangi rasa ngantuk. Mulailah aku berlayar diatas kasur,
dan belajarlah aku disitu. Waktu masih menunjukkan pukul setengah 9 malam. Tak
biasanya aku merasa ngantuk banget jam segitu. Teparlah aku dikasur sambil
ngerjakan tugas. Tiba-tiba aku terlelap dalam tidurku. Begitu nyenyaknya aku,
sampai-sampai gag terdengar suara-suara celotehan temen-temenku di kamar ramai
banget.
Tepat pukul 2.30 dini
hari, aku merasa terpanggil oleh suara yang begitu lembut dan kecil banget
membisikkanku. Dan bangunlah aku, kurailah mobileku yang ada disamping bantal
tidurku dan kulihatlah jam pada tampilan layarnya. Jam menunjukkan perputaran
detik dan menitnya, 2.30 dini hari, hampir menunjukkan sepertiga malamnya,
waktu paling baik buat kita semua mengerjakan sholat malam. Dengan sadar, aku
beranjak dari tempat tidur, dan pergi untuk mengambil wudhu. Ketika aku
berwudhlu, entah kenapa air mataku menetes, aku menangis. Aku sendiri gag tahu
kenapa. Aku seperti merindukan sang Kholiq, aku merasa bahwa aku terbangun dari
tidurku karena memang itu kehendak-Nya. Dia menunjukkan petunjuknya buat ku
agar aku bisa mendapatkan ketenangan dan bisa menghadapi masalah ini dengan
sabar dan tabah dengan cara sholat malam
ini. Ketika aku hendak membuka pintu kamar dan memasukinya, dan aku berjalan
menuju jendela, aku pandangi langit yang bergemerlap karena sinar bintang,
tiba-tiba aku mendengar suara adzan. Tapi anehnya, suara itu seperti berasal
dari langit, dan sepertinya suara adzan itu hanya terdengar kecil dan lembut
sekali ditelingaku. Suara itu kecil seeeekkaalii. Aku merinding, jantungku
berdebar kencang. Dan aku mulailah melaksanakan sholat tahajud. Kupanjatkan doa
dengan tetesan air mata, mohon ampun serta mohon agar apa yang akan aku lakukan
nanti, ini adalah yang terbaik buat kita berdua.
Aku bacalah
al-qur’an hingga menjelang fajar. Aku terlelap tidur dengan memakai mukena, dan
beralaskan sajadah. Aku bermimpi, bermimpi bersama dia, akan tetapi kita berdua
tak saling mengenal satu sama lain, kita tak saling nyapa, tak saling tegur.
Aku asyik bermain dengan adikku di taman, sedangkan dia hanya duduk diam di
bawah pohon yang rindang. Begitu dekat kita berdua, tapi kenapa kita tak saling
mengenal???. Itulah yang aku pikirkan selama ini. Aku berfikir bahwa itu adalah
petunjuk buat ku, bahwa memang itulah yang harus aku lakukan demi kebaikan kita
berdua.
To be
continued……………..
No comments:
Post a Comment