Sunday, April 8, 2012

SUBHANAALLAH, SEAKAN2 PETUNJUK ITU DATANG

Hari ini adalah hari dimana aku harus melakukan sesuatu untuk memperbaiki diriku ini. Berhari-hari aku merenungkan hal ini, dan aku baru sadar, bahwa aku memang salah. Untuk itulah aku merenung dan berusaha untuk intropeksi diri. Tak hanya renungan yang aku prioritaskan menjadi salah satu cara agar aku terlepas dari masalah galalu ku ini. Disetiap sujudku, aku selalu memanjatkan doa kepada-Nya, memohon petunjuk-Nya, agar aku tak salah dalam hal memilih. Malam hari ini aku merasa lelah, ngantuk bangetttt. Ku ambil buku literal reading dan hendak mengerjakan tugas, itung-itung ngilangi rasa ngantuk. Mulailah aku berlayar diatas kasur, dan belajarlah aku disitu. Waktu masih menunjukkan pukul setengah 9 malam. Tak biasanya aku merasa ngantuk banget jam segitu. Teparlah aku dikasur sambil ngerjakan tugas. Tiba-tiba aku terlelap dalam tidurku. Begitu nyenyaknya aku, sampai-sampai gag terdengar suara-suara celotehan temen-temenku di kamar ramai banget.

Tepat pukul 2.30 dini hari, aku merasa terpanggil oleh suara yang begitu lembut dan kecil banget membisikkanku. Dan bangunlah aku, kurailah mobileku yang ada disamping bantal tidurku dan kulihatlah jam pada tampilan layarnya. Jam menunjukkan perputaran detik dan menitnya, 2.30 dini hari, hampir menunjukkan sepertiga malamnya, waktu paling baik buat kita semua mengerjakan sholat malam. Dengan sadar, aku beranjak dari tempat tidur, dan pergi untuk mengambil wudhu. Ketika aku berwudhlu, entah kenapa air mataku menetes, aku menangis. Aku sendiri gag tahu kenapa. Aku seperti merindukan sang Kholiq, aku merasa bahwa aku terbangun dari tidurku karena memang itu kehendak-Nya. Dia menunjukkan petunjuknya buat ku agar aku bisa mendapatkan ketenangan dan bisa menghadapi masalah ini dengan sabar dan tabah  dengan cara sholat malam ini. Ketika aku hendak membuka pintu kamar dan memasukinya, dan aku berjalan menuju jendela, aku pandangi langit yang bergemerlap karena sinar bintang, tiba-tiba aku mendengar suara adzan. Tapi anehnya, suara itu seperti berasal dari langit, dan sepertinya suara adzan itu hanya terdengar kecil dan lembut sekali ditelingaku. Suara itu kecil seeeekkaalii. Aku merinding, jantungku berdebar kencang. Dan aku mulailah melaksanakan sholat tahajud. Kupanjatkan doa dengan tetesan air mata, mohon ampun serta mohon agar apa yang akan aku lakukan nanti, ini adalah yang terbaik buat kita berdua.

Aku bacalah al-qur’an hingga menjelang fajar. Aku terlelap tidur dengan memakai mukena, dan beralaskan sajadah. Aku bermimpi, bermimpi bersama dia, akan tetapi kita berdua tak saling mengenal satu sama lain, kita tak saling nyapa, tak saling tegur. Aku asyik bermain dengan adikku di taman, sedangkan dia hanya duduk diam di bawah pohon yang rindang. Begitu dekat kita berdua, tapi kenapa kita tak saling mengenal???. Itulah yang aku pikirkan selama ini. Aku berfikir bahwa itu adalah petunjuk buat ku, bahwa memang itulah yang harus aku lakukan demi kebaikan kita berdua.
To be continued……………..

No comments:

Post a Comment