Setelah gue baca buku tentang pacaran, gue
jadi mikir 2x dech mau pacaran, well actually, pacaran itu emang dilarang ma
ajaran islam, and ada yang nyaranin, pacaran secara islami aja. Nah, that's the
point, sebenarnya pacaran secara islami itu ada enggak sih?????
Kemaren, temen gue ngejelasin yang namanya
SIKLUS KEHIDUPAN. Siklus itu intinya mengupas and membahas tentang, apa sih
sebenarnya tujuan kita "berpacaran?" just for having fun or for your
future (pernikahan). Temen gue tanyak ke gue, apa sih tujuan loe pacaran? and
gue gak bisa jawab, for having fun... enggak juga, pernikahan juga enggak,
secara gue belum kepikiran sejauh itu. Masa depan gue masih panjang, and gue
enggak mau buru-buru nikah dulu. Terus alasan gue pacaran, gue bener-bener gak
punya ide buat ngasih alasan yang logis gitu. Bingung gue......
Nah, temen gue melanjutkan penjelasannya. Dia
sayang ke gue, mangkanya dia rela2in ngomong panjang lebar sampai bibirnya
ndoweh. Temen gue nanyak ke gue, target gue nikah umur berapa, gue jawab,
yaaaa..... kalau dapat jodoh, yaaa ggue nikah pastinya. Temen gue agak sebel ma
gue, soalnya jawaban gue kurang memuaskan dia kaleeee.... nah giman lagi,
that's my answer. *__*. "Aduhhhh...Fitri, loe gimana sih, jawab dunk yang
bener, wes tha, berapa gitu dikira-kira, yaaa wes, diumpamain 25 wes yach"
kata temen gue. "iya dach terserah." jawab gue. Temen gue ngomong
lagi "umur loe karang 19 tahun kan. Nah 19 thn ke 25 selisih 6 tahun. Selama
6 tahun itu loe pacaran ma ujub loe, habis itu loe nikah. Loe dapat apa coba?
Loe gak bosen apa, secara 6 tahun loe udah bersama dia. Intinya pas ntr loe
nikah, loe enggak bakalan dapat surprise gitu lohh. Bakal biasa2 aja, loe bakal
bosen. Itu kata guru agama gue". Nah dari situ gue mikir, emang betul apa
yang dia bilang, cuman gue nyanggah pendapat dia. Gue jawab gini "Tapi gue
pacaran gag saling sentuh2n, pegangan tangan aja enggak pernah apa lagi yang
lebih dari itu, sama sekali gue kalau pacaran tetep jaga jarak ma ujub gue. Nah
kalau konteks-nya kayak gitu giman?". Temen gue bingung mau jawab
pertanyaan gue itu. "nah loe bingung kan???" jawab gue.
Temen gue ngjawab, "Fitri, intinya,
kalau dia emang sayang ma kamu, udah gag usah pacaran, tapi dia harus datang ke
kamu ketika kamu umur 25 nanti, dan minta kamu". Gue tercengang. That's
good answer. ^__^ . Dia tetep enggak bisa jawab.
Seperti biasa, gue kalau galau seperti ini
gue curcol ke Ebes gue. Gue ceritain masalah gue itu. Gue tanyak ke beliau
"Pak sebenarnya pacaran itu boleh enggak ce? and pacaran secara
islami itu ada enggak sih pak???". "Yang namanya pacaran nak pasti
ujung2nya mendekati zina. Di dalam agama islam itu gak ada yang namanya pacaran
itu dihalalkan. Yang ada pacaran halal itu kalau sudah jadi muhrimnya, Nak.
Kalau pacaran secara islami itu, menurut bapak, pacaran yang dihalalkan oleh
ajaran islam, yaitu pacaran dengan lawan jenis yang bener2 muhrimnya. Bapak sih
nyarankan, jika kamu mencintai lawan jenismu, alangkah baiknya kamu jangan
mengatakan cinta padanya, pendamlah. Tabung rasa cintamu itu buat lawan jenis
mu itu. Ngerti kan ibarat "MENABUNG". Lama2 kan menjadi melimpah.
Setelah kamu menikah nanti, baru kamu ambil tabunganmu itu dan kamu berikan
kepada orang yang kamu sayangi. Rasanya akan berbeda Nak, pasti akan indah pada
waktunya. Kalau pacaran setelah nikah, gak ada yang namanya melakukan ini itu
dilarang, malah kamu akan mendapatkan pahala ketika kamu bermesrah2an dengan
pasanganmu. Jadi intinya, sabaaarrr. Allah sudah menciptakan manusia dengan
pasangan"nya. Untuk sekarang alangkah baiknya kalau kamu itu berteman
dengan siapapun. Bapak tahu kalau gaya pacaran kamu, tapi tetep aja, bahaya
buat diri kamu Nak. Kalau kamu ikut saran bapak, lihatlah suatu saat nanti,
kamu akan bener2 melihat dan merasakan yang namanya indahnya cinta
sesungguhnya". Itu semua penjelasan dari bokap gue. Gue jadi mikir 2x
untuk melanjutkan hubungan gue ma ujub gue.
to be continued, tunggu cerita selanjutnya
No comments:
Post a Comment